Kamis, 20 Februari 2020

insan.

Jika memang tidak pantas disatukan, mengapa terus saja dipertemukan?

lagi-lagi saya bertemu manusia yang selalu saja luar biasa. Manusia yang tiada hentinya membuat saya terpana, manusia yang semangatnya membara, juga manusia yang terus indah dipandang mata.


Jika memang tidak mampu menyamai, mengapa masih ingin memiliki?

berbanding terbalik dengan saya yang rapuh ini, yang mengeluh tiada henti, yang apapun tidak bisa dilakukan sendiri, yang takut berjalan dimalam sepi, yang berada di kamar sepanjang hari, dan yang punya dunianya sendiri.


Jika memang benar-benar tak mungkin digenggam, mengapa masih bersemayam?

mungkin suatu saat saya akan pergi. Manusia sepertimu terlalu luar biasa untuk saya yang belum jadi apa-apa. Jika semua berjalan semestinya, saya akan datang lagi. Semoga saya mampu menepati janji, meski kamu bahkan tidak peduli sama sekali.

saya tidak mampu memenuhi setiap inginnya, karena saya terlalu sederhana untuk ia yang menginginkan purnama paling terang.

kami berbeda;
itu sebabnya, saya tidak pernah merasa cukup untuknya.

nanti;
bila suatu saat saya menyerah,
bukan karena saya tak lagi mampu mencintai,
tetapi setiap rasa yang pernah saya berikan kepadanya tidak pernah sampai pada hati terdalamnya.

ia menerima, tetapi tidak mencintai saya seutuhnya;
sebagaimana saya mencintainya dengan penuh, tanpa separuh perasaan yang ada.