Kamis, 01 Desember 2016

ECO COOLER




ECO DESIGN PRODUCT

Dosen : Abdul Malik Firdaus S.Kel., M.I.L
Author : Salma Syafiqa




AC (Air Conditioner) adalah alat pendingin ruangan yang masih tergolong mahal untuk kondisi ekonomi orang Indonesia. Mahal untuk membeli, biaya operasional, perawatan dan perbaikan disaat rusak. Meskipun AC sangat dibutuhkan di negara beriklim tropis seperti kita ini, suhu panas sangat menyengat di kala musim kemarau tiba. Bagi kalian yang tidak mampu memilikinya, Eco-Cooler bisa menjadi salah satu solusi untuk mendinginkan ruangan tanpa menggunakan listrik.
Latar belakang terciptanya produk eco cooler ini karena Grey Dhaka dan Grameen Intel Social Bussiness Ltd melihat lebih dari 70% penduduk pedesaan Bangladesh tinggal di rumah yang terbuat dari seng, dan selama musim panas yang panjang suhu di dalam rumah seng tersebut bisa mencapai 45° Celcius. Suhu panas tersebut membuat rumah-rumah ini terlampau gerah, tidak layak, dan tidak nyaman untuk ditempati.
Merekan menciptakan pendingin ruangan menggunakan limbah botol plastik sebagai bahan utamanya, selain mudah di dapat, menggunakan bahan utama limbah plastik akan mengurangi pemakaian listrik. Eco Cooler ini diharapkan dapat membantu penduduk pedesaan Bangladesh yang tinggal di rumah seng untuk mendapatkan kondisi suhu udara yang lebih nyaman. Dengan pengaturan posisi yang tepat, Eco Cooler ini dapat menurunkan suhu di dalam rumah hingga 5° Celcius.

Bagaimana cara membuatnya?

Membuat eco cooler sangat mudah, bahan yang dibutuhkan hanya limbah botol plastic dan papan/triplek. Pertama, pada papan dibuat lubang-lubang seukuran mulut botol plastik. Kedua, badan botol plastik dipotong setengah bagian. Selanjutnya antara papan dan botol-botol disusun, lalu dipasang pada dinding di rumah. Posisi Eco Cooler ini disesuaikan dengan arah aliran angin untuk mendapatkan penurunan suhu udara yang lebih signifikan.

Bagaimana prinsip kerja eco cooler?




Sebenarnya prinsip kerja eco cooler di dapat dari rumus hukum termodinamika pertama, tetapi lebih mudahnya prinsip eco cooler serupa dengan proses ketika kita meniupkan udara melalui mulut. Untuk lebih memahaminya, coba anda tiupkan udara dengan posisi mulut yang terbuka lebar, dan tiupkan udara dengan mulut yang terbuka sedikit, anda akan mendapati bahwa tiupan dengan mulut yang terbuka sedikit memiliki suhu yang lebih dingin. Hal tersebut terjadi karena posisi mulut yang terbuka sedikit akan mengkompres udara sebelum keluar, dan ketika sudah keluar, udara tersebut mengembang kembali dengan disertai turunnya suhu.
Sebuah alat dengan sistem kerja yang sederhana, bukan? Sistem sederhana tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk pendingin udara yang dapat memberikan kenyamanan pada banyak orang. Walaupun Eco-Cooler ini masih memiliki kekurangan, terutama kaitannya dengan penurunan suhu yang bergantung pada aliran angin yang ada, Eco-Cooler ini telah memberikan solusi yang murah dan bermanfaat pada banyak penduduk di Bangladesh ataupun di Indonesia.

Menurut saya limbah botol yang digunakan sudah dipastikan bersih dan masih mempunyai kualitas yang baik. Serta dari segi penampilan eco cooler sendiri dapat dibuat lebih menarik lagi dengan menambahkan warna ataupun aksesoris lainnya. Sekian dari saya, semoga artikel ini menajdi inspirasi untuk membuat eco design yang lebih baik lagi.


main reference
http://www.penggagas.com/eco-cooler-pendingin-ruangan-tanpa-listrik-dengan-limbah-botol-plastik/
http://www.linteksi.com/2016/06/eco-cooler-cara-alami-mendinginkan-ruangan-tanpa-listrik.html